Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Olahraga Setelah Sembuh Dari Covid-19

Di saat seorang melakukan rekondisi atau baru pulih dari COVID-19, ada beberapa batasann yang penting jadi perhatian. Ini terhitung dengan kegiatan olahraga yang sudah dilakukan.

Ingat COVID-19 mempunyai tanda-tanda yang khas serta unik pada setiap orang, rekondisi bisa juga berlainan. Ini mengakibatkan pentingnya diskusi lebih dulu sama dokter saat sebelum kembali olahraga.

Olahraga Setelah Sembuh Dari Covid-19

Di saat kembali olahraga, seorang dianjurkan tidak untuk langsung melakukan dengan berat. Berikut beberapa poin penting jadi perhatian saat kembali olahraga selesai pulih dari COVID-19.

1. Tidak boleh Olahraga saat Masih Memiliki gejala

Hal terpenting yang penting dilaksanakan saat sebelum olahraga ialah yakinkan jika kamu tidak memperlihatkan tanda-tanda COVID-19. Yakinkan supaya kamu tidak demam, gampang capek, dan napas pendek.

Pastikanlah kamu telah bebas tanda-tanda sepanjang 7-10 hari saat sebelum kembali olahraga. Olahraga saat masih sakit atau terkena virus dapat membuat kamu makin sakit serta dapat menyebarkannya ke orang lain.

2. Kerjakan Secara Perlahan-lahan dan Beringkat

Intensif olahraga yang dapat kamu kerjakan sesudah pulih dari COVID-19 benar-benar bergantung dari berapa berat umumnya kamu olahraga awalnya.

"Untuk mayoritas orang, seharusnya dimulai dari program jalan dan kerjakan dengan bertingkat untuk membuat kekuatan berjalanmu. Selesai kamu sukses melakukan, karena itu kamu dapat menambahkan intensif kardio tetapi tidak boleh terlampau berat," jelas Michael Fredericson, MD, profesor sektor pemulihan fisik pada Stanford Medicine, Palo Alto, California.

Untuk mereka yang umum olahraga dengan intensif tinggi, yakinkan membuat program yang pas dengan target yang terang dan bertahap. Buat program periode panjang rekondisi untuk kembalikan ke keadaan kesehatan seperti sebelumnya.

Pantas dimengerti jika rekondisi tiap orang untuk kembali olahraga dapat berlainan keduanya. Perkembangan dari setiap orang bisa juga berlainan hingga tidak boleh terburu-buru dalam olahraga.

3. Lihat Keadaan Badan

Menurut dr. Fredericson, beberapa kasus COVID-19 dapat mengakibatkan infeksi di semua badan. Ini dapat mempengaruhi otot jantung dan mengakibatkan myokarditis.

"Kamu dapat alami aritmia, keadaan saat detak janutng tidak teratur atau bisa juga berbuntut aritmia ventrikular yang dapat memunculkan penyakit serangan jantung," jelas dr. Fredericson.

Pada pasien COVID-19 yang sudah pulih, khususnya yang pernah alami masalah jantung, saat sebelum kembali olahraga, pengecekan lengkap penting untuk dilaksanakan. Ini khususnya penting untuk dilaksanakan supaya terbebas dari permasalahan kesehatan selanjutnya.

Pada pasien COVID-19 yang sudah pulih, hal terpenting saat sebelum olahraga ialah yakinkan badan bebas tanda-tanda. Seterusnya, kerjakan diskusi sama dokter berkaitan berapa berat intensif olahraga yang bisa dilaksanakan.